●
Firehouse Tidak Peduli Piala Dunia
●
ORIGINAL Prod: Kami Ngga Main ‘Ben-ben Soda’
●
Serangan Musik Video Game
●
BAD RELIGION: Bagi Album Gratis di Umur 30
Tahun
●
Konser METALLICA: Terjual 250.000 Tiket dalam
45 Menit
●
Penipuan Tiket Konser PITBULL
●
Digitalisme Rolling Stone Release Party
●
Jangan Marah Records: Indienation Tour
●
Tika & the Dissidents: ICEMA Seperti ‘Acara
Kawan-Kawan’
PAGE:
|
|
|
|
UPCOMING
HOOBASTANK
"Mendadak Konser di Indonesia"
HOOBASTANK
kembali lagi ke Indone-sia tahun ini untuk konser di dua kota, yaitu Bali (27 Juli)
dan Jakarta (28 Juli)
–setelah
bertolak dari China (24 Juli). Keduanya ber-tempat di
Hard Rock cafe yang sekaligus organizer acara.Kabar ini (mungkin)
terkesan mendadak, bila mengingat show ben manca negara yang
konfirmasi 2 minggu sebelumnya. Namun melalui twitter,
Hoobastank sudah menyebarkan schedule
ini sejak 14 Juli lalu, meski di
myspace-nya belum di-update.
Akhir 2009
ben alternative rock/post-grunge asal Amerika itu sempat menggelar show
format akustik di Bali dalam rangka vacation.
Namun untuk
kali ini, Hoobastank akan tampil live seperti konsernya di Indonesia tahun-tahun
lalu (2004 atau 2007), sebagaimana diungkap Operations
Manager HRC Jakarta, Herry Sudrajat saat Jurnallica konfirmasikan.
Ben yang
terdiri dari Doug Robb (vokal/gitar ritem), Dan Estrin (gitar lead),
Chris Hesse (dram), dan auditional Jesse Charland (bas) rencana memainkan setlist
sekitar 12 lagu (atau lebih). Dimulai jam 9 malam, mereka langsung
beraksi tanpa penampilan ben pembuka. "Paling ditutup dengan DJ aja biar
penonton ga bosen," ungkap Herry menutup obrolan.
So, be there!
Posted:
Jurnallica (17/07) | Photo: IST
UPCOMING
POSTER PROPAGANDA 3rd
"Posternya
Para Propaganda"
Lupakan
umur Anda dan rayakan sema-ngat muda dalam ekshibisi
Poster Propaganda. Sebuah pameran yang pernah digagas Respecta
'streetART Gallery' di Jakarta. Kali ini 'sakitkuning collectivo'
berkolaborasi dengan 'Komunitas Hysteria' bermaksud melanjutkan pameran
tersebut yang ke-3 kalinya di Semarang.
Seperti
tema acaranya, materi pameran terdiri poster-poster kolektif dari
sejumlah partisipan street art, seniman, kolektif seni, dll
–baik
dari seniman lokal maupun londo. (daftar lengkapnya bisa lihat di
flyer)
Hadir di
tengah-tengah masyarakat sebagai respon dari sekelompok seniman jalanan
mengenai keadaan sekarang, dengan segala kemacetan, polusi, politik yang
seharusnya menjadi solusi dan berbagai isu lainnya di negeri ini.
Kota
adalah pusat peradaban masyarakat urban dengan aktifitas pergaulan
lingkungan yang sangat beragam latar belakangnya, dari pedagang,
briokrat, pendidik, buruh dan seniman. Menggarisbawahi tentang
masyarakat urban, sangat berhubungan dengan permasalahan budaya kota
dimana terjadi akulturasi lokal maupun internasional yang berdampak pada
lingkungan masyara-katnya (bangunan multiswalayan, bertambahnya jalur
beserta transportasi, ruang publik, dan budaya metropolis).
Bagi Anda
yang berdomisili di Semarang atau daerah-daerah di dekatnya, silahkan
kunjungi pameran "Poster Propaganda 3rd" pada 1 Juli 2010 di Komunitas
Hysteria, Jl. Stonen no. 29 Sampangan, jam 7. Gratis!
Posted:
Jurnallica
STRAIGHT
"Firehouse Tidak Peduli Piala Dunia"
Demam
bola yang sedang melanda planet Bumi (termasuk negara latah ini) ternyata tidak menular
pada keseluruhan. Salah satunya ben legendaris hair/glam-rock asal
Amerika, FIREHOUSE. Meski tur-nya di 6 kota Indonesia bertabrakan
dengan jadwal piala dunia, hal tersebut tidak menyurutkan niat mereka
untuk bertandang
ke negara ini.
Berbicara
tim apa yang diunggulkan, ben yang terdiri dari C.J. Snare (vokal), Neil
Zaza (gitar), Allen McKenzie (bas), & Michael Foster (dram) tak
banyak menahu soal yang satu ini. Bahkan, mereka sendiri tidak mendukung
tim bola negaranya.
ORIGINAL
Productions selaku promoter konser-konser Firehouse di Indonesia dan Singapura
juga tak khawatir dengan ekspetasi penonton yang akan hadir. Baginya,
kalau 'mereka' penggemar rock sejati tentu bisa menyempatkan datang ke
konser, baik sebelum/sesudah acara pertandingan bola berlangsung.
“Kami
datang ke sini untuk kalian, guys. Para pecinta musik rock,”
ungkap Allen saat konfrensi pers di Resto Air Man Planet, Hotel Sultan,
Jakarta (15/06). “Kalau kamu ingin tanya bola, kamu bisa tanya pada anak
saya,” tambahnya.
Tak
banyak promoter memegang atitut dalam eksekusinya selain
mengorientasikan profit. Ketika para promoter lokal mendatangkan konser
ben-ben manca-negara ke Indonesia siapa yang sedang hype, justru
ORIGINAL Production berani berspekulasi pada segmen tersendiri. Tak cuma
mengandalkan hasil polling Twitter semata.
“Kami
ngga main ben-ben soda,” terang Tommy Pratama selaku CEO Original. Ia
sendiri lebih memilih ben-ben yang sudah memiliki kejelasan eksistensi.
Bukan ben-ben yang meledak sesaat di awal. Itulah mengapa Original
terkesan
seperti spesialisasi ben-ben lawas/legendaris pada setiap pagelarannya.
Memasuki
anniversary yang ke-19 tahun, EO yang sudah berdiri sejak 1991 itu kembali menyelengarakan
konser Firehouse –setelah menggelar konser
penyanyi solo Michael Bolton beberapa pekan sebelumnya. Dan tak
tanggung-tanggung, untuk konser Firehouse,
promoter mengajak tur 'jalan-jalan' ke beberapa kota Indonesia hingga ke
Singapura. Dengan begitu, ada visi/misi yang ingin disampaikan pada negara-negara luar,
bahwa Indonesia dalam keadaan aman dan baik-baik sayang.
Mirisnya, –yang
menurut Tommy sebagai catatan penting– kebijakan pemerintah
Indonesia sepertinya
kurang mendukung dalam kegiatan seni musik, padahal hal tersebut bisa menjadi aset
besar bagi negara ini. Contohnya, saat Original mengadakan konser di
negara-negara tetangga, Tommy merasa birokrasi di sana lebih mudah & murah –selain
tunjangan prasarana– dibandingkan di negaranya sendiri.
Posted:
Jurnallica
UPCOMING
MICRO INVASION 2010
"Serangan Musik Video Game"
Micro
invasion (MI)
adalah sebuah event yang memperkenalkan musik eletronic
chiptunes di wilayah Jakarta Timur & sekitarnya. Berawal dari acara
musik, kini MI membentuk perkumpulan terbuka yang tergabung dalam
komunitas musik chiptunes Indonesia, INDONESIAN CHIPTUNES dengan
melakukan sejumlah kegiatan, seperti work-shop atau acara musik
chiptune tahunan.
Warna musik chiptunes
sendiri masih tergolong baru di Indonesia. Jenis musiknya cukup unik
karena terdengar seperti musik-musik yang terdapat di video game
jaman dulu dengan kombinasi musik-musik masa kini.
Chiptune/Chip-music/Micromusic
adalah musik yang dirancang format sound yang telah di-synthesize-kan
secara realtime oleh komputer atauvideo
game sound chip. Bagi para pendengar yang tidak biasa dengan
musik tersebut, kadang chiptunes terdengar "kasar" dan "menciut-ciut".
Chiptune pun sangat dekat berhubungan dengan musik video game.
Upaya "mendekatkan"
musik chiptunes ini kepada masyarakat,
maka East Jakarta Chiptunes
kembali menyuguhkan Micro Invasion 2010 pada 29 Mei 2010 di Villa Putih,
Jalan Raya Puncak Km. 79, Cisarua, Bogor, yang menampilkan TWELVE INSOMNIA, REMEDMATIKA, PICKNEY, Crazy Game, Microhertz,
Majemuk, Son Of A Bit, RALF ft Go Gadget.
Selain dimeriahkan
performerslokal,
MI kali ini juga menampilkan dua chiptuners mancanegara, yakni
AONAMI
(Jepang) dan BAIFAN
(China) sebagai rangka tur Asia-nya.
Posted:
Jurnallica
NEWS
BAD RELIGION
"Bagi Album Gratis di Umur 30 Tahun"
Dalam
memperingati hari jadi yang ke-30 tahun, BAD RELIGION menghadiahkan 'kado'
album gratis, “30 Years Live” kepada seluruh fans-nya di
dunia. Album live tersebut mereka rekam saat melangsungkan tur 30th
Anniversary pada Maret & April 2010, selama 30 hari dengan setlist 30 lagu di
setiap shownya. Kompilasi yang berisi 17 lagu tersebut juga memuat lagu baru,
seperti
"Resist-Stance" dari album ke-15 yang akan datang.
Awal Mei 2010,
ben punk rock legendaris asal Los Angeles, California ini kembali
masuk studio –dengan formasi bertahan: Greg Graffin (vokal), Brett
Gurewitz (gitar, beking vokal), Greg Hetson (gitar), Jay Bentley (bas,
beking vokal), Brian Baker (gitar), & Brooks Wackerman (dram)– untuk merekam seluruh materi barunya.
Siapapun bisa
mendapatkan album “30 Years Live” gratis secara donlod. Hanya saja, cara mengunduhnya tidak
seperti metode biasa. Di langkah awal, Anda terlebih dahulu harus registrasi milis di situs resmi
Bad Religion
dengan menyertakan alamat imel. Setelah itu, link unduh akan dikirim
ke
imel kamu yang terdapat nomor kode donlod. Caranya agak unik tapi ngga
perlu repot. Ikuti saja instruksinya. Pada sesi download nanti, Anda
ditawarkan pilihan format lagu, baik mp3 atau FLAC –dari kualitas
standar hingga yang high. Silahkan pilih mana yang kalian suka.
Kami sudah
mendapatkannya. Bagaimana dengan Anda?
Formasi Bad Religion hari ini: Greg
G, Greg H, Brett, Brian,
Brooks, Jay
“30 Years Live”
Tracklist:
01. Fuck Armageddon, This is Hell / 02.
Dearly Beloved / 03. Suffer / 04. Man with a Mission / 05. New Dark Ages
/ 06. Germs of Perfection / 07. Marked / 08. A Walk / 09. Flat Earth
Society / 10. Resist-Stance / 11. American Jesus / 12. Social Suicide /
13. Atheist Peace / 14. Tomorrow / 15. Won't Somebody / 16. Los Angeles
is Burning / 17. We're Only Gonna Die
Posted:
Jurnallica (21/05) | Photo: BR.doc
NEWS
Konser METALLICA:
"Terjual 250.000 Tiket dalam 45 Menit"
Kalau
tiket konser PITBULL di Indonesia kemarin (12/05) sold out dalam
satu hari (sebanyak 4.500 lembar), ter-nyata penjualan tiket konser
METALLICA di Australia jauh lebih fantastis. Sebanyak 250.000 tiket dari
13 show ludes terjual dalam hitungan 45 menit. Padahal, konsernya baru
akan berlangsung 6 enam bulan mendatang. Tentu ini fenomenal.
Melihat demand
tersebut, promo-ter konser Metallica di Australia, Michael Coppel
mendesak Metallica agar mau memberi jadwal ekstra. Tur 13 tempat di
Australia ini berakhir di Melbourne pada 21 November 2010. Ada
downtime yang cukup –sebagai celah show tambahan– antara show
terakhir di Perth (23 Oktober) atau show pertama di Sydney (10
November). Hanya sang promoter tidak ingin mengatakan apakah itu mungkin
atau tidak, seperti dikutip dari Herald Sun.
Ditambah lansiran
dari Stuff.co.nz; seorang fan Metallica, Shelley Glassey dan suaminya
asal Invercargill, New Zealand bahkan rela membayar US$ 2.140 untuk
melihat band no. 1-nya tampil di Auckland, New Zealand –2 hari sebelum
konser di Australia. Biaya tersebut sudah termasuk akomodasi, tiket
konser, tiket pesawat, makan, dan tarif taksi. Mereka pun juga membayar
US$ 57 untuk bergabung dalam Metallica fanclub yang dibuat secara tiket
online pada saat pre-sale.
Jadwal tur
Metallica sendiri terbilang unik. Mereka tampil selama dua minggu, lalu
break pula selama dua minggu. Hal ini karena berbagai alasan
pribadi, salah satunya untuk mempertahankan komunikasi dengan keluarga
dan anak-anak. Perjalanan tur 'on-off' yang bertajuk “World
Magnetic” ini sudah bergulir selama tiga tahun lebih.
Lantas, apakah ada kesempatan Metallica untuk mampir (lagi) di
Indonesia? Mungkin ada promoter lokal yang berminat?
Posted:
Jurnallica (16/05) | Photo: IST
NEWS
"Penipuan Tiket Konser PITBULL"
Hebohnya
kabar penjualan tiket konser PITBULL (sebanyak 4500 lembar) yang sold
out dalam satu hari, mendorong segelintir oknum melakukan aksi
penipuan bagi penonton yang tak mendapat tiket. Seorang korban lantas
me-ngadukan perkara tersebut ke JAVA Musikindo sebagai pengada acara.
Seperti yang
diungkapkan raja Java, Adrie Subono melalui akun Twitter-nya kemarin
malam: “Tadi ada telpon ke Java dari orang yang tertipu 35 juta dari
orang mengaku menjual 70 tiket PITBULL tambahan.” Padahal, pihak
promoter sama sekali tidak membuat tiket tambahan. Palingan, sebagai
alternatif untuk yang ingin menonton PITBULL, Adrie sering membuat
kuis melalui Twitter pribadinya yang ia namai
"KUDA BOKER" (KUis DAdakan BOtak KERen).
Prett!
Tepat Rabu besok
(12/05), konser
PITBULL di Jakarta segera berlangsung di Tennis Indoor Senayan mulai jam
8 malam. Turut tampil salah satu rapper tanah air, SAYKOJI
sebagai pembuka showPITBULL.
Selain itu, di luar arena konser, Adrie bilang akan menyediakan tempat
cukur rambut biar bisa pelontosin kepala mirip PITBULL.
Wah, ternyata om Adrie narsis juga ya, mentang sama-sama botak. Kayanya
beliau ingin membotakkan masyarakat dan memasyarakatkan orang botak.
Hihihi.
Posted:
Jurnallica (11/05)
LAUNCHING
"Digitalisme Rolling
Stone Release Party"
Sudah tradisi tahunan,
setiap tanggal 7 Mei Rolling Stone Indonesia (RSI) mengadakan acara
selebrasi Rolling Stone Private Party (RSPP) di kantornya Jl. Ampera
Raya No. 16, Cilandak. Acara tersebut sekaligus momen pemberian “Editor
Choice Awards 2010” versi RSI. RSPP kali ini mengambil tema "Digitalism".
Meski temanya terkesan futuristik, hi-tech, atau serupanya,
editor
Wening Gitomartoyo (selaku ketua acara)
mengartikannya lebih kepada aktifitas manusia modern –yang tanpa
disadari– tak lepas dalam sekat-sekat digital. Apalagi eksistensi
seseorang hari ini dengan mudahnya termonitor melalui Facebook, Twitter, atau jejaring sejenisnya.
Sektor tersebut pula yang membuat Sherina terpilih dalam kategori "The
Twitter Princess", karena satu-satunya wanita Indonesia yang memiliki
followers Twitter terbanyak, dengan jumlah lebih dari 330.000 orang.
Tepat di usia yang
ke-5 tahun, RSI telah menerbitkan 61 edisi. Yang terakhir, RSI memilih
PADI sebagai cover story dengan tagline yang menggugah: "Lebih
Baik Kami Bubar Daripada Playback!". "Sebelumnya saya mau tanya,
Anda lebih suka ben tampil live atau playback?", tanya
Adib Hidayat ke seluruh wartawan saat konfrensi pers di sore harinya.
Ternyata, jawaban "Live" lebih menggema. "Kalau begitu kita se-iman,"
lanjutnya. Itu juga alasan kenapa majalah RSI lebih selektif dalam mengulas
suatu ben. Yah, kurang lebih begitulah substansi dari pemaparan Managing
Editor tersebut yang ternyata -mengutip MC Ronald- juga banci Twitter.
Berbekal
jaringan pertemanan yang saling mencintai musik, grup EFEK RUMAH KACA
mendirikan sebuah indie label bernama JANGAN MARAH Records.
Label ini nantinya
berguna sebagai salah satu rumah bagi ERK dan teman-teman musisi
independen lainnya untuk memproduksi rilisan, membangun jaringan, dan
berkomunikasi secara mandiri. Memang tak ada bedanya dengan indie
label lainnya di Indonesia. Tapi, setidaknya inisiatif JMR bisa
memberi ruang baru bagi sesama musisi dan menambah ruang pilihan musik
untuk publik.
Sebagai rintisan awal,
tahun ini JMR sudah (atau akan) merilis album dari artis-artis yang
sudah tergabung, yaitu: EFEK RUMAH KACA ("Kamar Gelap"), Zeke Khaseli
("Salacca Zalacca"), BANGKUTAMAN
("Ode Buat Kota"), Sir Dandy
("Vol.1"), danThe KUCRUTS ("Mewarnai Jiwa yang Terguncang").
Dalam rangka
mensosialisasikan
label dan 5 artis yang tergabung di dalamnya, Jangan Marah Recods bekerjasama
dengan Speedytrek mengadakan tur 10 kota di Pulau
Jawa mulai 7
sampai 16 Mei 2010. Anda yang tidak berkesempatan hadir atau berada di
luar kota-kota pertunjukan, bisa menyaksikan seluruh show secara
live streaming dengan melakukan log-in di
http://speedytrek.telkomspeedy.com.
Tanggal
Kota
Tempat
7 Mei
8 Mei
9 Mei
10 Mei
12 Mei
13 Mei
14 Mei
15 Mei
16 Mei
Bogor
Bandung
Cirebon
Purwokerto
Solo
Yogyakarta
Semarang
Surabaya
Malang
Nu Embrio
Fame
CSB
Gd. Sumarjito
Taman Arena
Purnabudaya
Gd. Admiral
Bigbox
Flame
Posted:
Jurnallica (6/04)
ABOUT
Tika & the Dissidents
"ICEMA Seperti ‘Acara
Kawan-Kawan’"
Sungguh
menarik melihat jajaran nominator yang masuk dalam Indonesia Cutting
Edge Music Awards (ICEMA).
Hampir sebagian besar adalah musisi-musisi yang jarang tersentuh
nominasi award atau mungkin tak pernah ambil pusing mengenai
penghargaan.
Begitupun dengan Tika
& the Dissidents. Meski mendapat 3 kategori dari nominasi ICEMA, yaitu:
"Favorite Band", "Favorite Alternative Song", dan "Favorite Album
Packaging", mereka tidak ambil pusing mengenai siapa juaranya.
Bagi Tika & the
Dissidents sendiri, ICEMA lebih seperti 'acara kawan-kawan', dengan
skala yang lebih serius. Jadi, siapapun yang membawa pulang penghargaan nantinya,
mereka tetap merasa menang.
Karena baginya,
semua yang terpilih adalah pemenang dan tak ada yang perlu diunggulkan.
Maka, silahkan kalian
pilih siapa yang menurut kalian layak pilih.