MENU

 ABOUT

Yockie Suryoprayogo

"Album “Badai Pasti Berlalu” Dirilis CD?"

 

Yockie Suryoprayogo sungut. Melalui jejaring sosial, seringkali musisi brilian tersebut berkomentar atau ‘menyentil’ soal sikon negara yang bobrok ini –terkadang dengan bahasa yang vulgar. Namun, kali ini beliau geram bukan karena tirani, melainkan kabar santer soal album “Badai Pasti Berlalu” (BPB) –versi otentik, bukan reintepretasi oleh komposer-komposer konyol– yang dirilis CD. “Original musik Badai Pasti Berlalu beredar resmi dalam format CD?... Arrgh, saya sudah jengah berurusan dengan orang-orang yang tidak punya etika. Negeri ini sudah dipenuhi oleh manusia-manusia tamak dengan moral yang rusak...” begitu tulis Yockie di dinding laman Facebook personalnya.

Baru-baru ini, Yockie kembali menyinggung hal tersebut dengan menulis (di dinding Facebooknya): “Silahkan bantu dicaci-maki” sambil menautkan link situs sebuah label [www.diva-records.net] yang menjual CD BPB. Untuk pertamakalinya, setelah 34 tahun BPB dirilis, mahakarya garapan Eros Djarot yang menghadirkan vokalis Chrisye dan Berlian Hutauruk ini dikemas dalam wujud CD. Yang mencengangkan, untuk sebuah rilisan lokal, harga CD BPB tergolong mahal dengan bandrol Rp 100.000,- untuk perkepingnya. Lebih mahal dari rilisan album-album artis/ben mancanegara.

Beberapa tahun lalu, album-album Chrisye sempat mengalami rilis ulang dalam format CD. Namun, untuk album BPB adalah pengecualian. Perkara royalti kabarnya menjadi salah satu alasan mengapa rekaman pop Indonesia terbaik sepanjang masa itu tak memanjang peredarannya.

Album BPB direkam dan pertamakali rilis pada 1977. Dalam album tersebut, Yockie sendiri berposisi sebagai salah satu arranger. Maka, wajar bila Yockie sebagai pihak signifikan gerah karena tak tau menau soal peredaran album BPB bentuk CD.

Well, pembajakan bukanlah isu baru di negara ini –jika rilisan tersebut dianggap tidak resmi. Pintu legal/ilegal-nya suatu rilisan seolah hanya terdapat pada perijinan. Ironisnya, dalam sebuah artikel BPB yang ditulis oleh salah satu pengamat musik lokal, master asli rekaman ini masih misteri keberadaannya.

Dalam ruang pesan di situs Diva Records, Yockie meninggalkan sebuah pertanyaan –yang juga dipertanyakan banyak pihak–: “Saudara dapat ijin dari siapa mengedarkan Badai Pasti Berlalu?”

Dan itu yang (saat ini) masih belum terjawab.

Posted: Jurnallica