TRAIN "Live in Jakarta" Senin,
5 Desember 2011 @ Epicentrum
Walk, Jakarta,
Indonesia
"Kereta Hadiah dan Hiburan"
Dunia promoter adalah pasar bebas. Siapa saja bisa menjadi pengada
acara selama memiliki modal yang memadai. Itulah mengapa banyak promoter
anyar bermunculan belakangan ini bak jamur di musim hujan. INDIKA
—yang
selama ini lebih dikenal sebagai PH atau stasiun radio—
seolah ingin memperkukuh divisinya sebagai promoter dengan menggelar
konser TRAIN (5/12) di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta.
Dua bulan sebelumnya, pihak penyelenggara juga menggarap konser
rapper Amerika, 50 Cent di tempat yang sama.
Awal pekan seakan menjadi momen yang rawan untuk memprakarsai suatu
perhelatan. Karena Senin adalah hari dimana mengawali rutinitas bagi
masyarakat produktif. Tapi, setidaknya sekitar 1500 pengunjung yang
memadati Epicentrum tidak perlu membuat promoter mengelus dada. Atau,
bisa jadi acara ini juga bukan proyek untung mengingat para calo
mengobral tiket dengan harga Rp 50.000,- per lembarnya dari harga asli
Rp 450.000,-. Dengan begitu, ada alasan mengapa penonton tetap hadir
berbondong-bondong.
Pembawaan Train ke Indonesia
—yang
pertamakalinya bagi ben—sepertinya
bukan pilihan yang tepat. Nama ben pop rock asal Fransisco,
California tersebut tidak lagi bergaung seperti era awal berdirinya hingga
menggondol beberapa Grammy Award. Apalagi ben yang terdiri dari Pat
Monahan (vokal), Jimmy Stafford (gitar, beking vokal), dan Scott
Underwood (drums, perkusi) ini sempat vakum selama 2006-2009.
Untuk keperluan live, trio itu juga menggandeng Hector Maldonado
pada bas/beking vokal dan Jerry Becker pada kibord/gitar.
Sambil menunggu datangnya “kereta api”, para “penumpang” (baca:
penonton) dihibur lebih dulu oleh performa Aditya sebanyak 7 lagu.
Ketika genderang suara kereta terdengar menandakan show Train segera
dimulai. Lagu “Parachute” pun bersambut. Sebagai ben yang cukup
berpengalaman di atas panggung, aksi Train dinilai cukup entertainer
—walau
caranya agak royal. Tanpa
rasa sungkan, Pat berkali-kali membagikan merchandise (berupa
t-shirt) ke penonton.
Bahkan, ia juga rela menghadiahkan sebuah gitar akustik lengkap dengan
tandatangannya.
Malam itu,
Train memainkan 13 lagu (dari kelima albumnya),
seperti: “Meet Virginia”, “Don't Stop Believin'”, “Calling All Angels”,
“Marry Me”, “Hey, Soul Sister” hingga ditutup dengan “Drops of Jupiter”.
Di lagu “She's on Fire”, Pat sempat memboyong 20 wanita ke atas
panggung untuk berdansa gila. “Dance off!” katanya. Pat
juga berkelakar kepada 2 orang yang terheboh, “Kamu semua mendapat kartu
backstage ke konser Justin Bieber,” katanya menyindir. “Oh! Saya
hanya bercanda. Saya tidak tau Justin Bieber.”
Interaksi Pat dengan audiens nampak hangat dan komunikatif.
Ia juga tak segan-segannya turun ke pembatas penonton dan berjalan
sambil melayani foto penggemar dari ujung kiri hingga kanan panggung.
Maka, suatu pertunjukan penuh kesan itulah membuat konser Train menjadi
awal pekan yang menyenangkan.
01. Parachute
02. If It's Love
03. Meet Virginia
04. Get to Me
05. Don't Stop Believin'
06. She's on Fire
07. Calling All Angels
08. Save Me, San Francisco
09. I Got You
10. Marry Me
11. Hey, Soul Sister
12. Words
13. Drops of Jupiter (Tell Me)