MENU

 ABOUT

Milinka Radisic

"Berkat Video Porno Ariel"

 

 

Cukup tergoda saat inbox di Facebook kami menerima info mengenai link video porno terbarunya Ariel dengan Aura Kasih. Meski dari awal kami sudah berekspetasi itu hanyalah bullshit –dan ternyata benar– namun apa yang membuat kami terpancing adalah karena si pengirimnya, yaitu Milinka Mikaela Radisic”, yang bukan lain seorang DJ wanita ternama Indonesia. Setelah ditelusuri lebih lanjut, rupa-rupanya laman FB tersebut (baik personal atau fan page yang mencapai 16.000 orang) telah di-hack oleh pihak-pihak jahil sejak beberapa bulan sebelumnya. Bahkan dengan yang FB baru, Milinka seringkali mengomentari dinding FB terdahulunya untuk meninggalkan/mengeluarkan FB tersebut bagi yang telah bergabung.

Kini, dengan terpaksa, Milinka memulai akun facebook barunya bernama Milinka Radisic. Hampir setiap hari kami melihat status FB barunya meng-approve pertemanan. Baik sedang berdomisili di Eropa (saat ini) atau Indonesia, wanita berdarah Serbia ini ternyata cukup candu dengan jejaring sosial tersebut. Bahkan saat travelling pun, –sebagai kegemarannya– Milinka mengakui masih ngotot untuk melihat FB-nya terus menerus.

Tapi, kalo ditanya soal video porno tersebut, apa Milinka juga tahu? Mengenai Ariel dan Aura Kasih belum pernah liat. Tapi Ariel dan Cut Tari atau Luna Maya sudah pernah lihat. Tapi saya ga punya link apapun mengenai hal tersebut. Tau juga dari teman dan lihat dari hp teman, jelas Milinka saat Jurnallica konfirmasikan. Pembicaraan pun berlanjut pada hal-hal lain. Berikut hasil konversasi lebihnya...

 

Sosok Anda lebih dikenal sebagai DJ. Apa yang membuat Anda tertarik menjadi seorang female DJ? Sejak kapan pertama kali menjadi DJ? Lalu apa kesulitannya?
Pekerjaan saya memang DJ, ya wajar bila terkenal sebagai DJ. Pertama kali DJ bulan Desember 2007. Sudah hampir 3 tahun. Sulit karena harus buktikan pekerjaan DJ itu adalah hal yang wajar ketika tahun 2007 dan 2008. Sekarang hampir semua orang menyadari ini adalah pekerjaan yang bisa dianggap serius dan tidak mengenal gender lagi.

Bagi Milinka, sejatinya seorang DJ itu seperti apa sih? Apa sekedar operator lagu yang suka men-scrath plat, headphone di telinga, and they proud called a DJ. Puufff!!!
Iya banyak sekali DJ wanna be. Bukan berarti bisa menyamakan beat sudah bisa dianggap seorang DJ. Yang ada semuanya mainin lagu yang sama, sehingga bisa dipanggil operator. Hehehe kamu bisa aja yaa...
DJ itu memainkan lagu dari hati, layaknya seorang seniman. Bila tidak dari hati, tidak bisa diciptakan karya yang baik. Dan psikologi juga menolong sekali, dimana harus pintar melihat body language para crowd. Ini yang banyak sekali gagal dilaksanakan oleh para DJ wanna be. Harus bisa juga menciptakan lagu, mengenal macam-macam program musik di komputer. Dan tentu mengenal bidang marketing dan promosi.

Bagaimana jika orang men-judge Anda “fame-DJ” karena kecantikan/fisikal semata?
Itu hak mereka. Tapi orang yang bijaksana pasti tidak menjudge berdasarkan hal itu, tetapi berdasarkan kenyataan. Apakah kenyataan tersebut...? Silahkan mencari info sebanyak-sebanyaknya.
[Sedikit catatan tambahan, Milinka pernah tampil sebagai opening DJ Tiesto "Kaleidoscope Tour" di Jakarta, 13 Februari 2010. Selain itu, ia juga meraih beberapa awards, seperti "Best Rookie DJ 2007 Paranoia Award", "Best Junior & Female DJ Redma Award 2007", "Best Female DJ Redma Award 2008", dll.-red]


Siapakah female DJ's lokal yang Anda rekomendasikan?
Tergantung... Mau cari DJ female yang seperti apa dulu... Lebih spesifik, baru saya bisa rekomendasikan.


DJ itu memainkan lagu dari hati, layaknya seorang seniman.


Apa yang 'salah' dengan scene DJ lokal menurut pandangan Milinka?
Untuk crowd: kurang appreciative dan berekspresi.
Untuk dance scene itu sendiri: terlalu busy body. Tidak fokus bagaimana cara untuk maju, tapi lebih fokus bagaimana caranya untuk menjatuhkan orang. Sorry for this.

 

Dance scene ini lekat hubungannya dengan dunia malam. Lantas, apa tanggapan Milinka bila dunia ini dikaitkan dengan narkotika atau sejenisnya? (Karena bagi DJ Diplo, asumsi yang salah mengganggap negara dengan populasi Muslim terbesar ini ternyata tidak sulit untuk mendapat narkotika, ekstasi, viagra, dsb. Ha! )
Hehehehe aduh... Bukan dunia malam yang harusnya disalahkan tapi negaranya. Karena Indonesia itu negara 5 terbesar pengguna narkotika di dunia. Justru di club atau lounge orang harus jaim. Malah yang di rumah-rumah itu atau private party yang harus diperhatikan. Pengguna narkoba itu dari seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya (mungkin) DJ.

Bagaimana dengan penjualan album “Velvet Marble” (2008) sejauh ini? Ada rencana untuk merilis album baru? Mungkin ada kolaborasi dengan artis lain?
Album saya banyak dijual pirated di pinggir jalan. Susah untuk mengeceknya. Semestinya tahun ini selesai album ke-2. Tapi karena sibuk sekali, jadi tertunda di tahun depan. Kolaborasi...? Liat nanti deh...

Seorang DJ Wayne Marshall membuat mix yang bagus dengan sejarah evolusi irama reggaeton (salah satu genre musik dari Karibia). Mungkin Milinka juga berniat untuk membuat mix dengan etnik-etnik lokal, atau pop-melayu ala ben-ben TV Indonesia hari ini? Hehehe.
We'll see how it goes.

Mengingat scene DJ begitu segmented, apa yang Milinka harapkan untuk kedepannya?
Asia sangat maju sekali di bidang musik. Justru semua DJ luar negri mau sekali datang ke Indonesia. Mungkin sudah saatnya orang kita sadar bahwa DJ kita sudah bagus dan berkualitas international juga.

Bisa ceritakan tentang Ruler Rekordz?
Ruler Rekordz launched di awal tahun ini dan sudah berkembang dan mempunyai tim dari beberapa kota di Indonesia, seperti: Padang, Medan, Bali, Surabaya, Jember, Palembang, Bandung. Dan juga di Jerman, Switzerland, Belanda. Nantinya akan berkembang lagi di negara lainnya sampai ke East Europe.

Apa aktivitas Anda selain DJ?
Seorang ibu juga, mempunyai DJ management & booking agency dan juga seorang presenter di sebuah TV lokal. Sekarang lagi istirahat dulu untuk presenternya. Nanti sekembalinya saya, akan dilanjutkan kembali.

 

 

Posted: Jurnallica | Photo: IST