MENU

 ABOUT

Jakarta Stage Literature Festival 2011

"Kembali Mengangkat Sastra"

 

Di era konsumerisme ini, produktifitas individu kadang sering dikesampingkan. Padahal tindakan seperti ini justru akan merugikan bagi negara dengan pola pikir masyarakat yang seperti ini. Begitu juga dalam dunia komunikasi dan informasi. Melahap semua berita yang disajikan, seolah menjadi gaya hidup tersendiri bagi masyarakat metropolitan. Berita-berita yang tidak populer dan tulisan-tulisan yang tidak banyak diperbincangkan, menjadi seolah mati. Terkubur hidup-hidup di zaman dengan mobilitas tinggi.

Sepenggal kisah di atas menurut kami menjadi sebuah alasan ketika Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) Indonesia terbesar di negri ini PDS H.B Jassin di Taman Ismail Marzuki sepi pengunjung dan hampir tutup karena pemangkasan anggaran yang tidak rasional oleh pemerintah.

Sastra hari ini adalah salah satu genre tulisan yang tidak lagi populer. Padahal di masa kejayaannya beberapa tahun silam, Sastra Indonesia adalah sebuah budaya yang penuh wibawa. Penulis-penulis sastra adalah orang-orang populer dengan ratusan penggemar. Sebut saja Pramoedya Ananta Toer, Armijn Pane, Marah Rusli, adalah orang-orang terkenal di zamannya.

Adakah kita menemukan remaja dengan kisaran umur 15-19 tahun yang masih mengenal mereka dan karya-karyanya? Mungkin belum tentu! Itulah yang membuat kami tergugah untuk menyelenggarakan sebuah Festival Literasi untuk kembali mengangkat informasi-informasi yang bukan saja populer hari ini, tapi juga yang tidak populer namun penting untuk kita semua ketahui.

Melanjutkan program membantu PDS H.B Jassin dalam CD Kompilasi “Something For Jassin”, kami menyelenggarakan acara dengan nama “Jakarta Stage Literature Festival 2011”, yang rencananya akan diselenggarakan pada 27 s/d 30 Juli 2011. Yang bermaksud memadukan antara literasi yang penuh informasi dan seni yang penuh kreasi & inovasi.

Memadukan antara pemerhati literasi dan para seniman Indonesia menjadi konsep acara ini. Nantinya akan digelar talkshow yang akan diisi oleh pemerhati dunia aksara seperti Helvy Tiana Rossa, Sudjiwo Tedjo, Clara Ng, dan seniman-seniman Indonesia seperti Rekti “The S.I.G.I.T.”*, Cholil “Efek Rumah Kaca”*, Anji “Drive”*, dan sederet nama lainnya. Di hari akhir, acara ini juga menyediakan panggung musik yang akan dimeriahkan oleh MORFEM, Bottlessmoker, Efek Rumah Kaca*.

[*Seluruh artis pendukung masih dalam konfirmasi.]

Posted: Jurnallica