The CRANBERRIES [Live @ Java Rockin'land 2011] Sabtu,
23 Juli 2011 @ Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Indonesia
"Masih Menarik"
Begitu banyak ben lawas yang tak lagi “produktif” –uzurnya usia yang
memakan kreatifitas, retaknya ben karena problema internal, korban
ketenaran, dan varian alasan lainnya– rela melakukan reuni demi setumpuk
uang. Kalau pun perkara itu terjadi pada alternative-rock
terbesar asal Irlandia, The CRANBERRIES, maka asumsi tersebut dapat
terkikis dengan bagaimana kembalinya produktif sebuah ben, bukan hanya
sekedar menebar repertoar nostaljia.
Untuk mengobat rasa rindu para penggemar setianya, ben yang pernah
konser di Jakarta pada 21 Agustus 2002 ini tampil kembali di Festival Java
Rockin'land 2011 hari ke-2. Penampilan The Cranberries tepat setelah show
NEON TREES dan sebelum show ke-2 BLOOD RED SHOES. Namun, satu jam
sebelum pertunjukan dimulai, banyak penonton lebih memilih berbaur di panggung
utama GG Inter Music demi mendapat posisi terdepan.
Vakum selama 6 tahun, formasi ben masih bertahan dengan Dolores
O'Riordan (vokal), Noel Hogan (gitar), Mike Hogan (bas), dan Fergal
Lawler (dram). Di luar istirahatnya bersama The Cranberries, O'Riordan
sendiri juga menelurkan album solo “Are You Listening?” (2007) &
“No Baggage (2009)”. Malam
itu, biduanita yang sudah berusia kepala 4 masih terlihat cantik dan
“binal”. Yang mengagumkan, mutu suaranya tetap terjaga seperti Anda
mendengar rekaman The Cranberries 10 tahun silam. Vibra dan intonasi
vokalnya yang khas masih terjangkau. Penjagaan kualitas inilah kian memuaskan
ekspektasi penonton yang telah lama menunggu.
Penyuguhan nostaljia dengan tembang-tembang klasiknya membuat ben
berusia 22 tahun ini kembali bersinar –meski sound masih
terdengar sayu-sayup di lagu pertama, ‘Analyze’. Hampir seluruh
single yang membuat ben ini besar mereka bawakan. Belasan hits
dari ke-5 album terdahulunya seperti kami menyaksikan kompilasi The
Cranberries versi live. Dua lagu baru dari album ke-6 yang akan
rilis di musim gugur tahun ini juga mereka perkenalkan; ‘How’ dan
‘Schizophrenic Playboy’.
Sayangnya, pernyajian lagu yang terus melaju dan pelitnya interaksi
dengan audiens –yang menjadi kelemahan banyak ben asing– membuat show
ini berlalu begitu saja. Tidak seperti konser 30 SECONDS TO MARS sehari
sebelumnya –mengingat bobot penonton tak jauh berbeda; sekitar 15 ribu
orang– yang mengajak penonton untuk aktif dan meninggalkan impresi, show The
Cranberries cenderung mengkondisikan penonton untuk tenang dan menikmati
seluruh jamuannya.
Memasuki sesi encore, O'Riordan kembali tampil dengan gaun hitam
bertabur berlian membuat dirinya makin terlihat anggun dan cantik, meski
gelagatnya tidak berubah. Persembahan yang tepat menutup show ini lewat
lagu yang melayang, ‘Dreams’. Menghayalkan diri ini untuk memiliki,
walau kami tau itu tak akan pernah terjadi.
01. Analyse
02. Animal Instinct
03. How
04. Dreaming My Dreams
05. Linger
06. Ode to My Family
07. Wanted
08. Tomorrow 09. Just My Imagination
10. Schizophrenic Playboy
11. I Can't Be With You
12. Waltzing Back 13. Free to Decide 14. Salvation
15. Ridiculous Thoughts 16. Zombie
# Encore #
17. Promises 18. Dreams