GOOD CHARLOTTE [Live @ Java Rockin'land 2011] Minggu,
24 Juli 2011 @ Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Indonesia
"Cenat-Cenut"
“Ada satu ben Amerika yang sangat mencintai Indonesia... And, we're
the most!” begitu ungkap Joel Madden, vokalis GOOD CHARLOTTE (GC)
saat tampil –sebagai salah satu headliner, selain HELLOWEEN– di
Festival Java Rockin'land 2011 hari ke-3. Ben punk kontemporer asal
Waldorf, Maryland, Amerika tersebut terbilang sering tampil di Indonesia
dan show kali ini adalah yang ketigakalinya
–seharusnya ke-4, setelah show mereka di Bali batal pada April
lalu.
Terlepas sebuah trik agar menarik simpatik massa atau karena tampil di
“kandang” orang, beberapa kali mereka memuji akan ketertarikannya dengan
Indonesia. Namun, di luar ekspektasi, mereka juga (sedikitnya) tahu
sikon negara (yang sebenarnya berantakan) ini.
Tahun lalu, Joel memberikan ucapan selamat Hari Proklamasi pada rakyat
Indonesia melalui Twitter. Jejaring sosial pun masih menjadi medium
andalan bagi para personilnya untuk menjalin komunikasi dengan
penggemar. “Jangan
lupa follow Twitter saya ya,” canda Joel ke audiens.
Lebih dari itu, yang cukup mencengangkan sekaligus menggelitik, mereka
ternyata juga tau soal kontroversi boyband baru lokal bernama
SM*SH. Tantangan heboh yang sempat berkicau di dunia 160 karakter itu
akhirnya terjadi juga, yakni gitaris Benji Madden menyanyikan lagu ‘I
Heart You (Cenat-Cenut)’ jika tampil di Indonesia –meski ia hanya
melantukan part lagu bahasa Inggris lagu tersebut dengan
gitar akustiknya.
“Sebagian dari kamu menyukai lagu ini dan sebagian kamu tidak menyukai
lagu ini. But, you know what, a bad is a bad,”
kata Joel sebelum memulai lagu tersebut.
Sambil mengiringi Benji menyanyikan lagu ‘Cenat-Cenut’, sang
kembaran spontan menari ala koreografi geli dansa boyband. Sontak
kedua Madden bersaudara tersebut mujarab mengocok ribuan perut audiens
malam itu. Tapi, entah lah, apa fragmen lagu itu hanya sekedar hiburan atau
sebaliknya, olokan. Yang jelas,
intermezzo dari show tersebut menjadi buah bibir banyak orang di luar aksi panggungnya
yang konvensional.
Secara visual, ben yang terdiri Joel Madden (vokal), Benji Madden (gitar
ritem, beking vokal), Paul Thomas (bas), Billy Martin (gitar lead),
& Dean Butterworth (dram) ini telah melepaskan atribut gothic-nya
seperti style mereka era “The Chronicles of Life and Death”
(2004).
Bahkan, lagu-lagu dari album ke-3nya tersebut nyaris tak dibawakan
selain hit ‘I Just Wanna Live’.
Pemilihansonglist justru dicomot di luar album itu, termasuk album
baru
“Cardiology”
yang dirilis November 2010 lalu. Kepada MTV, Joel pernah menggambarkan
kalau sound album ke-5nya itu lebih seperti Blink-182 –salah satu
ben yang menginsipirasi GC. Tak heran bila repertor GC di Jakarta
kemarin (24/07) mereka juga mengkover lagu ‘Dammit’-nya Blink-182, sebelum
kuintet pop-punk tersebut menutup aksi panggung dengan lagu (yang masuk dalam CD PETA's
Liberation dan tampil di acara PETA's 25th Anniversary Gala and
Humanitarian Awards) ‘Lifestyles of the Rich and Famous’.
01. The Anthem
02. Girls and Boys
03. My Bloody Valentine
04. Silver Screen Romance
05. Riot Girl
06. Keep Your Hands Off My Girl
07. Like It's Her Birthday
08. Sex on the Radio
09. We Believe (Acoustic)
--- Benji's
acoustic session playedI Heart You (SM*SH cover) ---
10. Hold On
11. Little Things
12. The Young & The Hopeless
13. The River
14. Dance Floor Anthem
15. I Just Wanna Live
16. The Story of My Old Man
17. Dammit (Blink-182 cover)
18. Lifestyles of the Rich and Famous