Embel-embel pada suatu genre musik seyogyanya diperlukan untuk mempraktiskan identitas
musikal dari sebuah grup. Jika Anda bermain death metal,
apapun tambahan labelnya, tetap Anda adalah ben death metal.
Tidak sekedar mencantumkan label technical
telah menunjukkan kalau Anda yang paling skillfull atau sok
cool. Simpelnya, kalau memang bagus pasti
kami puji. Sebaliknya, jika buruk, maka jangan sakit hati kalau kami caci
maki.
Lantas,
bagaimana mendeskripsikan sajian kaya rasa dari musikal OBSCURA yang mem-blend
segala jenis musik, mulai dari death metal, black metal, hardcore,
hingga klasik? Segala bentuk pujian tertuju pada ben asal Munich, Jerman
ini. Apalagi dengan bergabungnya 2
personil dari NECROPHAGIST [Christian
& Hannes] pada
album Cosmogenesis
(2009), banyak pihak yang coba membanding-bandingkan kedua ben tersebut.
Sehari sebelum OBSCURA
berjelajah ke 4 kota Indonesia
Jakarta (29/09), Surabaya (30/09), Medan (1/10), Makassar (2/10) dalam rangka tur
promo
album ketiga Omnivium
(2011, Relapse Records), kami berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan
seluruh personil ben (Steffen Kummerer - gitar & vokal, Christian
Muenzner - gitar lead, Hannes Grossmann - dram, Linus
Klausenitzer - bas).
Simak videonya
di sini.