Arrington De
Dionyso, mantan personil Old Time Relijun kini bersolo karir. Sejak 2006
sudah merilis 4 album di bawah “the legendary” K Records, yang 2
di antaranya memakai total Bahasa Indonesia, yakni “Malaikat dan Singa”
(2009) dan “Suara Naga” (2011). Sejak
2009 Arrington tampil dengan nama panggung/ben Malaikat dan Singa.
Musisi no-wave/grime/post-punk/experimental hip-hop asal Olympia
ini akan tampil di negara yang menjadi salah satu sumber inspirasinya
dalam bermusik.
KHURUKSETRA adalah proyek tribal/ethnic influenced
drone-doom-black-ambient-harsh-noise bentukan personil Kalimayat dan
unit dreampop/slow-core Whisper Desire.
Kolektif ini sudah beberapa kali tampil di Australia dan Singapura.
Pertunjukan terakhir mereka tahun 2009 di Teater Salihara berhasil
membuat banyak orang menobatkan diri sebagai penggemar baru Khuruksetra.
Sebuah
kelompok musik mahabahaya yang terdiri dari Wukir Suryadi (seorang
musisi tradisional asal Malang yang membuat alat musik sendiri yang ia
beri nama “Bambuwukir”) dengan Rully Shabara (vokalis dari band math-rock/experimental-rock
ternama Yogyakarta, ZOO). Bersama
mereka menciptakan musik yang kental dengan nuansa tribal, etnik, gelap,
dan primitif. Rilisan album kolaborasi mereka di Yes No Wave banyak
mendapat ulasan positif di berbagai media.
Duo eclectic
electronic music asal Jakarta. Duo yang menjadi artis andalan di
Space Records ini menggabungkan segalanya, mulai dari EDM,
psychedelic, jazz, funk, new-wave, dub, world-music sampai
experimental music. Sudah merilis album berjudul “Nature” pada 2009
dan beberapa single vinyl yang dirilis beberapa label luar negeri.
Selain itu Space System juga pernah tampil live di Esplanade,
Singapura pada 2010.
Musisi
electronic yang nyeleneh dan eksentrik asal Surabaya. Terbujur Kaku
banyak bermain di wilayah gabber, jungle, breakcore, crazy drum n
bass, hard house, happy hardcore. Album remix karya Terbujur
Kaku berjudul “Megamix Album: Koplo Goes to Breakcore” yang dirilis pun
menjadi bahan perbincangan dan debat panjang di forum Wasted Rockers,
karena menggabungkan drum n bass/gabber dengan koplo/dangdut pantura –suatu
hal yang tak lazim dilakukan di scene EDM maupun IDM lokal pada
umumnya.
Art-rock/neo-prog/space-rock/neo-psychedelia
asal Bandung. Ben ini merupakan salah satu finalis festival musik indie
ternama Indonesia beberapa tahun lalu. Pada awal 2010 Vickyvette merilis
EP berjudul “Unconscious Shimmering” yang mencuri perhatian beberapa
pihak, hingga akhirnya di single-album “Into the Universe” yang dirilis
enam bulan akhir 2010, musikalitas ben ini mendapatkan pengakuan dari
banyak pengamat musik. Penasaran? Unduh albumnya
di sini.
Sabtu, 8 Oktober
2011
18:00 WIB
– selesai
HTM: Rp 10 ribu
Bara
Futsal (ruang galeri seni)*
Jl.
Falatehan No.68, Blok M, Jakarta Selatan
[*Lokasi
gedung di samping halte busway Terminal Blok M]