Untuk keduakalinya, Duncan Sheik kembali mengajak bernostalgia para
penggemarnya di Indonesia. Pada lawatan kali ini, solois pop Amerika era
90-an itu akan tampil di 2 kota:
Jakarta (27 Juli, The Hall Senayan City) dan Bandung (29 Juli, Dago Tea
House). Dalam merencanakan show Sheik kali ini, promoter Xtreme 55
mengaku terjadi begitu saja karena dasar relasi.
“Ada
temen bilang Duncan Sheik mau ke Jakarta lagi dan nawarin;
“Ada
yang mau ngadain ga?” Ya udah. Gitu aja,” kata Dewi Moesdiono enteng
pada konfrensi pers di salah satu resto bilangan Jakarta (19/07).
Jika di
tahun 2010 Sheik lebih banyak menggelar konser di sejumlah negara
Eropa, maka di 2011 ini pria kelahiran New Jersey 18 November 1969 coba menyapa para penggemarnya di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
“Saya
tidak menyangka, begitu besarnya apresiasi yang diberikan oleh mereka
yang hadir dalam konser saya sebelumnya (14 Februari 2011). Dan yang
lebih menyenangkan lagi, mereka mengenal lagu-lagu saya dan selalu
bernyanyi mengiringiku. Sejak saat itu saya jatuh cinta pada Indonesia
dan berjanji akan datang lagi ke yang sangat ramah ini,”
ujar Sheik yang dilansir dari rilis pers.
Berkaca dari show sebelumnya, promoter coba mengemas konser Sheik kali
ini lebih baik dan dapat mengakomodir fans Duncan Sheik di 2 kota
tersebut. Yang berbeda, khusus untuk show di Jakarta & Bandung nanti,
musisi yang telah merilis 7 album itu akan tampil dalam format akustik.
Selain itu, show tersebut juga seliran promo album
“Covers
80s”
(2011)
yang baru dirilis di Indonesia oleh Demajors.
Yang cukup mengejutkan, pada konfrensi tersebut Duncan Sheik turut hadir
–padahal
shownya baru berlangsung pekan depan–
beserta ben pembukanya, yakni: Mike's feat. Aqi (Alexa). Tak seperti
kebanyakan artis yang datang & pergi hanya untuk keperluan show, Sheik
lebih memilih menghabiskan waktu di Indonesia sejak jauh-jauh hari
–seperti
kunjungan Sheik Februari lalu bersama Rachael Yamagata.
Usai konfrensi pers, Jurnallica menyempatkan sedikit berbincang
dengan Sheik. Berikut hasil obrolannya...
Apakah kamu ke Indonesia dalam rangka liburan?
Bukan. Saya sudah sedikit liburan di Bali, 2 hari yang lalu.
Tapi sekarang di Jakarta saya lebih kerja keras.
Anda masih lama untuk melakukan show. Bagaimana kamu mengisi waktu di
sini?
Ya, saya hanya menyanyi untuk tanggal 27 s/d 29 Juli. Dan saya akan
tinggal di sini (Indonesia) sedikit lebih lama karena saya menulis
sebuah buku.
Jadi, saya rasa lebih baik untuk berada di sini. [tertawa]
Adakah yang berbeda pada pertunjukan nanti?
Well, seperti yang saya bilang, saya memiliki
string quartet, piano, dan perkusi. So, it will be little bit
more pool sounds. Dan kami akan memainkan beberapa lagu cover.
Essentially,
ini masih seperti show Duncan Sheik pada umumnya.
Apa kamu juga mengenal musisi-musisi di Indonesia?
Aku tau Aqi (dari Alexa) dan juga Paquita.
Tapi di luar itu, saya tidak terlalu tau banyak ben. Tapi saya kira,
mereka semua bagus.
Bisa kamu ceritakan sedikit mengenai album
“Covers
80s”?
Sebenarnya ini lagu-lagu cover.
Mereka semua ben/artis Inggris dari tahun 80-an yang sangat berpengaruh
sewaktu saya masih kecil.
Dan ben-ben seperti inilah yang membuat saya seperti sekarang, sebagai penulis lagu
dan musisi.
Jadi, ini semacam tribut Anda pada musisi-musisi tersebut?
Semacamnya.
Bagaimana kamu bisa sign dengan Demajors?
Saya rasa mereka dengar album itu dan menyukainya. Ini terjadi sangat
sederhana dan prosesnya cepat. Mereka label yang sangat keren. Dan ini semacam label
yang berbeda dan saya bekerjasama. Saya juga berjumpa dengan beberapa
orang labelnya dan saya sangat menyukai mereka. Hopefully, will sell
some copies.
Kamu
sendiri ada rencana untuk rekaman album baru?
Ya, saya juga menulis untuk lagu-lagu baru. Itulah kenapa saya berada di
sini. So, u know, it will be elected.