MENU

 REVIEW

DESTRUCTION "Live in Jakarta"
Selasa
, 1 November 2011 @ The Green Cafe - Kemang, Jakarta, Indonesia

 

DESTRUCTION "Live in Jakarta"

"Akibat Terlambat, Acara Berantakan"

Mental ngaret memang sudah tabiat di negri bernama Indonesia. Tapi jika ada yang berlaku sama, mereka juga harus tau bagaimana akibatnya.

Malam itu (1/11), sekitar 200 metalheads harus berserak menunggu di pelataran Green cafe - Kemang, Jakarta demi menantikan sebuah show dari ben thrash metal legendaris asal Jerman, DESTRUCTION. Tragisnya, setelah (hampir) 4 jam menunggu, acara harus berakhir terpenggal oleh pihak setempat. Yang lebih miris, sebuah ruangan penuh musik kebisingan berubah drastis menjadi musik ajeb-ajeb. Pun The Green yang awalnya dipadati massa hitam pekat, sekelebat berganti audiens dengan wanita berkostum terang aurat.

Saya coba memandang kasus ini secara objektif dan tak bermaksud mendiskreditkan sepihak. Tim Destruction (3 personil, 1 tur manajer, 2 kru) baru saja keluar dari bandara Jakarta jam 6 sore. Ini sudah menggambarkan kalau acara akan telat berkepanjangan, itupun masih belum ditambah mental ngaret tadi. Saya sempat bertanya kepada salah satu personil, Mike, “Kenapa kalian tidak datang lebih awal?” Gitaris yang sudah terlihat seperti kakek metal dengan rambut penuh uban itu kebingungan dan balik bertanya, “Kenapa promoter memberi jadwal pesawat sore?” Lain lagi versi promoter bilang kalau pihak Destruction yang memilih jadwal sore. Asumsi saling tuduh pun menumbuh karena kordinasi yang tak terang & jelas.

Trio thrasher yang terdiri Schmier (vokal & bas), Mike Sifringer (gitar), & Vaaver (dram & beking vokal) baru beraksi pada setengah 12 malam sedang jadwal seharusnya jam 8 malam lewat ‘Curse the Gods’. Belum habis perkara keterlambatan, kali ini sound yang menjadi hambatan. Sang frontman berpostur gigantis, Schmier beberapa kali berang pada krunya yang posturnya lebih besar lagi karena sound vokal terasa tidak terdengar baginya. “Go home!” cibir Schmier ke kru tersebut. Ia pun juga memberi atensi ke penonton, “Jangan sentuh mikrofonku atau saya tendang pantat kalian.” Bahkan, sangking kesalnya, Schmier membuang 2 (dari 3) mikrofon ke penonton sebelum memainkan ‘Hate Is My Fuel’ single perdana dari album ke-11nya, “Day of Reckoning” (2011, Nuclear Blast Records).

Naas, belum lama euforia terbakar bercampur mosh ceria, acara mendadak diberhentikan oleh pihak café setelah trio algojo memainkan lagu ke-7, ‘D.E.V.O.L.U.T.I.O.N’. Tak ada toleransi maupun kompensasi. Maka, tak ada lagi harapan lagu lainnya untuk dinantikan seperti: ‘Thrash 'til Death’, ‘Bestial Invasion’, ‘Total Desaster’, atau sebuah cover dari ben legenda punk The Exploited, ‘Fuck the USA’. [Lihat setlist di bawah-red].

Wajar jika penonton kecewa dan geram. Apapun alasannya. Hujan hujatan dan acungan jari tengah berjamaah tertuju kepada promoter. Vaheutz selaku penyelenggara sudah berusaha menambah sewa satu jam ke depan, namun pihak The Green menolak karena memang sudah ada jadwal reguler clubbing setelah jam 12 malam. Beruntung tak ada provokasi kerusuhan yang memperkeruh keadaan, walau beberapa penonton tetap ngotot meminta refund uang tiket. Schmier tidak menyayangkan acara itu berhenti tapi ia tak ingin para penonton kecewa karena telah membeli tiket dan juga ia melaknat pihak café. Sebagai sedikit pengobat rasa kecewa, seluruh personil Destruction melayani foto bersama atau signatures dengan para penggemar sebagai potret akhir acara.

Siapapun tentu menyayangkan hal di atas terjadi. Mengingat reputasi Detruction yang disebut sebagai salah satu dari tiga raja skena Teutonic thrash metal di Jerman (selain KREATOR dan SODOM yang juga pernah tampil di Jakarta). Sepertinya rangkaian tur Asia 2011 dari ben yang hampir berumur 30 tahun ini menjadi kisah yang tidak indah di mata mereka, termasuk Indonesiadan baru pertamakali.

Mike sempat bercerita ke saya mengenai kesan show Destruction di Bangkok, beberapa hari sebelum ke Jakarta. Ia menggerutu kesal karena equipment di sana begitu buruk. Bahkan, ia juga bilang kalau “promoternya idiot!” Entahlah, apa tanggapan mereka bila ada yang menanyakan show Destruction di Indonesia, mengingat beberapa kejadian di atas. Tidak menutup kemungkinan kalau mereka juga mengatakan hal yang sama.

DESTRUCTION "Live in Jakarta"

(More pictures click here)

 SONGLIST

01. Curse the Gods
02. Mad Butcher

03. Armageddonizer
04. Hate Is My Fuel

05. Eternal Ban
06. Life Without Sense
07. D.E.V.O.L.U.T.I.O.N.
08. Thrash 'til Death

09. Nailed to the Cross
10. Metal Discharge
11. Tears of Blood
12. Death Trap (Invincible Force / Tormentor / Soulcollector)
13. Bestial Invasion
# Encore #
14. Total Desaster
15. Whiplash (Metallica cover) / Fuck the USA (The Exploited cover)

16. The Butcher Strikes Back

 

[Daftar lagu Destruction yang seharusnya dimainkan]

Teks & foto: Jurnallica