Lebih
baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pameo tersebut sepertinya
sedang menggambarkan dunia konser hari ini. Belakangan, satu per
satu artis/grup legendaris mancanegara mulai berdatangan ke Indonesia —meski mereka tampil
bukan di masa keemasan lagi. Begitu juga dengan ANTHRAX, ben legendaris heavy metal
yang telah berkibar selama 30 tahun ini akan “mengguncang” [baca:
live] Jakarta untuk pertamakalinya pada 10 Desember 2010.
Pihak
penyelenggara BLADE ID
pun jadi terkesan mendadak metal karena sebelumnya promoter
hanya mendatangkan artis/grup bergenre pop, club, atau hip-hop. “Saya sendiri sebenarnya ga tau Anthrax,” jawab promoter jujur.
“Tapi ada satu dari tim kami yang suka metal.” Yang cukup menarik, saat konfrensi pers
(13/10) promoter juga menghadirkan Scott Ian via Skype dengan layar LED. Dengan
demikian para jurnalis berkesempatan tanya-jawab langsung dengan sang
pendiri ben.
Selain
ajang nostaljia, konser Anthrax yang berlangsung di Pantai Karnaval
Ancol nanti juga merupakan rangkaian tur promo album terbaru, “Worship Music”
—“I love our new album... I think it’s great,” jawab Scott simpel
saat Jurnallica menanyakan tanggapan album ke-10nya yang dirilis
September kemarin.
Mengenai
persiapan konser, menurut promoter, tak ada yang muluk selain menampilkan back drop panggung.
Sedangkan pada produksi, promoter telah mempersiapkan sound system
bertenaga 60 ribu watt.Yang
sangat spesial, show Anthrax di Jakarta turut menghadirkan HELLYEAH (ben
heavy metal-all stars yang terdiri dari personil MUDVAYNE,
PANTERA, dll). Dengan tiket presale berbandrol Rp 520.000,-
(Festival A) & Rp 410.000,- (Festival B), promoter memiliki target
penonton minimal 10 ribu orang.