Menurut pengamat musik Bens Leo, promoter Indonesia dinilai agak terlambat memasukkan artis-artis Korea. Sebab genre Kpop ini sudah merebak sejak 2 tahun lalu. “Sebetulnya di Korea sendiri sejak 5 tahun yang lalu, mereka sudah mempersiapkan diri untuk menjadi pionir budaya pop (di Asia),” jelas Leo pada Jurnallica. Kompetitornya saat itu adalah Jepang. Hanya saja, musiknya cenderung nge-rock, maka muncullah istilah “J-Rock”. Sedang di Kpop, elemen-elemen yang menjadi magnet banyak orang adalah penggabungan antara fashion dengan musik, tentunya selain penampilan fisik yang menarik.
Roller coaster pertunjukan dimulai dari Joo pada jam 7 malam. Meski tampil solo dengan postur mungil nan menggemaskan, Joo mampu menyulut histeria ribuan penonton. Sayangnya, setlist Joo terlalu singkat dengan menyanyikan 4 lagu. Ukuran panggung pun terlalu lapang untuknya seorang diri. Apalagi seluruh artis tampil tanpa ben pengiring, jadi mirip seperti lipsync.
Selanjutnya, kumpulan pria tampan, 2AM langsung berjejer di atas panggung dan melantunkan ‘Can't Let You Go Even If I Die’. Banyak yang mengira boy band yang terdiri Jo Kwon, Changmin, Seulong, & Jinwoon ini adalah headliner acara. Dan lagi, para penggemar harus sedikit kecewa, karena performa 2AM di Jakarta minus Jinwoon –yang sedang menyelesaikan album solonya. Sebelumnya, pada Maret 2011, Jakarta juga pernah kedatangan boy band Korea –dengan nama yang hampir sama– 2PM. Rupanya, baik 2AM ataupun 2PM adalah ‘reinkarnasi’ dari sebuah boy band ONE DAY yang memiliki 11 personil.
Habis berbalada galau dengan 2AM, pentas kembali digairahkan oleh San E berserta sexy dancers-nya. Dibanding seluruh para penampil, San E yang paling komunikatif dengan penonton karena ia cukup lancar berbahasa Inggris. Masih menurut Bens Leo, kurangnya artis-artis Korea dalam menguasai bahasa Inggris dinilai sebagai salah satu kelemahan, khusunya untuk berinteraksi di sebuah show. Itulah, kadang kehadiran penerjemah di atas panggung terlihat cukup mengganggu.
San E pun sempat mengisahkan, di Korea ia pernah jatuh hati pada seorang wanita Indonesia bernama Putri. Maka, saat tampil di Jakarta ia ingin mencari Putri di antara 2000 penonton dalam acara itu sampai akhirnya mengangkut seorang penonton berjilbab ke atas panggung. Well, apakah Putri yang dicintai San E mengenakan jilbab?
Kemudian, giliran Kim Hyung Joon mengisi panggung. Sebagaimana San E, Joon juga tampil enerjik bersama para penari latarnya dengan membawakan 4 lagu. Joon adalah satu-satunya artis di luar manajemen JYPE yang menggantikan Lee Hyun –yang terlanjur tertera di promo acara. Hal ini dilakukan promoter demi janjinya menghadirkan 5 artis dalam Jakarta FantastiKpop Festival 2011. Menurut manajemen, batalnya Hyun dikarenakan persiapan comeback ke grup lamanya, 8EIGHT.
Klimaks acara dihabiskan oleh miss A. Girl group yang terdiri dari Fei, Jia, Min, & Suzy sebenarnya baru berembuk tahun lalu. Hingga kini, miss A sendiri belum memiliki album penuh –selain 2 EP dan beberapa single. Itulah mengapa pertunjukan-pertunjukan musik Korea dihadiri segambreng artis. Karena banyak di antara mereka belum memiliki album penuh.
Tapi, dari seluruh penampil sebelumnya, miss A paling banyak memilki repertoar –walau beberapa lagunya adalah cover. Dimulai lagu ‘Breath’ yang berirama danceable lalu berlanjut dengan single 2011 mereka, ‘Love Again’. Selain anggotanya terdiri wanita-wanita cantik dan sexy, dominan tarian di setiap lagunya membuat mereka makin memikat. Sebelum mengcover ‘Poker Face’-nya Lady Gaga –yang lebih tepatnya karaoke–, Fei dan Jia menampilkan atraksi dansa solonya dengan iringan lagu-lagu orang, seperti ‘Run the World (Girls)’-nya Beyonce, dll.
Aksi panggung kwartet tersebut akhirnya ditutup dengan single terbesarnya, ‘Bad Girl, Good Girl’ yang meraih 8 award di negaranya. Hanya saja, minimnya durasi show setiap line-up, membuat pertunjukan selama 2,5 jam ini terasa serba nanggung.




